Orang Awam Belajar Pajak

belajar pajak

Kesempatan kali ini akan saya coba mengulas sedikit tentang polemik beberapa waktu belakangan ini yang cukup heboh tentang pajak. Artikel ini ditulis sebatas sepengetahuan saya yang masih awam tentang pajak. Ya mungkin tulisannya agak sedikit amburadul dan kurang terstruktur, tapi harapanya dapat berguna bagi siapa saja yang membacanya, oke.

Mobil mewah kena pajak, handphone kena pajak, gadget kena pajak. Kok bisa? ya bisa saja, namanya juga barang kena pajak. Skip….

Menurut pemahaman saya, secara simple mungkin pajak itu bisa dibedakan dari siapa kita, dan ada di posisi mana. Karena kalau tidak mengetahui siapa kita, bagaimana bisa mencoba memahami yang lainnya, pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang, jadi kalau tak mengenal, ya lanjutkan sendiri….

Lihat ini untuk mengenal siapa kita di administrasi pajak di negara kita Indonesia. Jadi siapa kita itu bisa dibedakan menjadi 3 (tiga) :

  1. Orang pribadi karyawan
  2. Orang pribadi bukan karyawan
  3. Badan/CV./PT./Koperasi/dll yang sejenis

Jadi kalau misalkan saya, ini sebagai karyawan/pegawai di suatu kantor/pabrik, maka termasuk NO. 1 (yaitu orang pribadi karyawan), kewajibannya cuma laporan setahun sekali di awal tahun (paling lambat akhir Maret). Jadi aman gak perlu repot tiap bulan.

Trus kalau misalkan pacar saya, dia kerja mandiri berjualan online, maka termasuk NO. 2 (yaitu orang pribadi bukan karyawan). Kok bukan karyawan? ya iyalah, kan punya usaha sendiri, gak kerja bekerja pada pihak lain. Kewajibannya lapor pajak tiap bulan paling lambat tanggal 20. Wah mesti datang ke kantor pajak dong? tidak perlu, kan ada sms banking (bisa di kantor pos, ato bank), tinggal bayarkan saja pajaknya, maka otomatis dianggap sudah lapor, datanya sudah ngelink gitu. Pajaknya yang harus dibayarkan berapa? cuma 1% dikali omset kotor tiap bulan. Ini namanya PP 46. Oh iya, itu buat yang usahanya dagang ya. Kalau selain dagang, kewajibannya sama, cuma tarifnya beda, secara simplenya adalah 5%, tapi dari untung bersih setelah dikurangi penghasilan tidak kena pajak. Itu namanya PPh Psl. 25. Jangan lupa, juga kudu lapor tahunan sama dengan yang di atas.

Trus lagi, kalau misalkan saya bikin CV.  dengan kegiatan usaha jasa liburan dan travelling, maka termasuk NO.3 (Badan……….). Kewajibannya pajaknya hemmnnn, cukup banyak. Ada PPh Psl 21, 22, 23, 25, PPN PPnBM. Apa lagi itu? Tenang, yang wajib cuma 2 kok, yaitu PPh Psl 21 dan PPh Psl 25, jadi entah ada transaksi atau tidak ada transaksi, dua jenis pajak ini kudu dilaporkan. Tambahan kalau misal CV saya ini gedhe dan punya status PKP (Pengusaha Kena Pajak), maka ditambah lapor PPN PPnBM baik ada transaksi atopun nihil. Oya, ini juga jangan lupa lapor tahunan juga ya di awal tahun, paling lambat akhir April.

Oiya, trus mobil, motor, rumah, gadget tadi ditaruh mana? setahu saya, mobil dan motor tinggal disimpan di garasi, jangan di pinggir jalan ya, trus rumah ditaruh pada tempatnya saja, gak usah dipindah, gadget dicash(charge) baterainya sudah hampir habis tuh. hehe. *)

*) Bukan itu ding, yang benar adalah itu semua namanya adalah aset, bahasa akuntansinya adalah aktiva, jadi tinggal ditulis saja di laporan tahunan yang dilakukan setahun sekali paling lambat akhir Maret untuk yang termasuk No.1 dan No. 2 di atas, trs paling lambat akhir April untuk yang No.3.

Sepertinya itu saja yang bisa saya tulis tentang pemahaman awam saya tentang pajak, butuh cukup waktu juga lho buat saya untuk memahaminya. Silahkan kalau ada koreksi bisa dikirimkan melalui contact.

Gimana kawan-kawan? bingung saya tidak mau tanggung lho ya….hehe

image:blog.duitpintar.com

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestDigg this