Belajar dari Seorang Motivator Prie GS

Belajar dari motivator Prie_GS
image : id.wikipedia.org

Beberapa waktu lalu, sekitar bulan Puasa Ramadhan 1437H (2016), saya mengikuti acara internalisasi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pribadi yang diadakan oleh kantor. Pada awalnya, saya sendiri begitu rather lazy untuk mengikutinya, karena waktu itu adalah bulan puasa, dan terlebih mungkin memang mendadak pelaksanaanya. Tapi walaupun begitu, selama ada niat, semangat dan pantang menyerah, insyaallah semua bisa terlaksanakan. Dengan agak terlambat dan galau karena ngantuk, dicobalah masuk ruangan. Aura positif sedikit demi sedikit mulai menjalar dalam tubuh ini.

Kalau tidak salah, berdasarkan penelitian, bahwa alam ini memancarkan energi dan antara energi satu dengan yang lainnya itu akan terjadi aksi dan interaksi. Tidak terlepas juga dengan aktivitas dan energi dari manusia, maka energi itu pun bisa memberi aksi dan reaksi. Mungkin itulah yang saya alami.

Waktu itu jam menujukkan pukul 13.00 siang hari. Bisa dibayangkan bukan, betapa hebatnya energi yang berkecamuk saat itu, tentunya energi untuk nyaman tidur dan terlelap. Tetapi perlahan MC memberikan sambutan bahwa pembicara akan masuk dan acara akan segera dimulai. Tiba-tiba munculah seorang bapak-bapak berjalan perlahan dengan kemejanya yang cukup rapih, berjalan menuju podium depan. Ketika bapak itu berbicara sedikit sebagai pembuka, saya mulai tertegun, mencoba memperhatikan, apa yang akan dibicarakan oleh bapak ini. Pembicaraan terus mengalir, senyum pun mulai melebar, dan saya pun mulai terpingkal dibuatnya. Aneh po ora nek koyo ngene ini, posisi jam 2 an siang, pas ngantuk-ngantuknya, tapi justru saya gembira, tersenyum dan tertawa. Terima kasih banyak pak Prie GS atas semuanya. Baca juga : Antara sontolyo dan sontoloyi

Pepatah mengatakan, jangan lihat orang dari tampilannya, tapi lihatlah dari apa yang dia perbuat dan dia lakukan. Nah, dari ceramah yang disampaikan oleh bpk Prie GS ini, ada hal-hal yang dirasa (menurut saya pribadi) bisa dicontoh untuk kegiatan sehari-hari, biar gak jenuh, semrawut dan pikiran butek. Yuk disimak :

1. Jadilah diri sendiri.

Masak iya hanya melu-melu saja, tidak bisa menentukan keputusan sendiri, orang ke sana, ikut-ikutan ke sana. Orang pada ngedan, ikut-ikut ngedan. Ngedan kok ditiru.

2. Banyak-banyaklah membaca.

Dengan banyak membaca, akan membuka cakrawala dan pengetahuan. Dalam suatu papan tulis, saya sendiri pernah melihat, bahwa di negara luar sana, terlulis reading can make a county big (ini bukan isi dari pak Prie lho ya, karangan sendiri). Dalam Agama Islam pun ada contohnya, ayo diingat-ingat dan dibuka lagi.

Jika Anda tahu film Harry Potter, atau Anda pernah membaca bukunya, karyanya bisa membius orang-orang hingga berimajinasi tinggi. Apakah Anda tahu siapa penulisnya? dia adalah JK. Rowling, seorang ibu rumah tangga. Lha kok bisa membuat karya yang bagus dan luar biasa? itu karena reading habbit yang bagus. Kalau Anda pernah jalan-jalan ke luar negeri, Anda akan jumpai banyak orang-orang luar (barat) sana kemana-mana membawa buku dan dibaca, bukan sekedar dibawa saja. Saya sendiri pernah melihatnya, dalam perjalanan menuju pulau Phi phi, orang-orang bule ini di atas kapal sambil membaca buku dengan bikininya. Apakah aneh? tentu saja tidak. Coba kita bandingkan dengan diri kita sendiri. Mungkin sebulan selesai membaca 1 buku saja tidak pernah. Seperti saya. hehe. Baca juga : Ini tempat sharing blog untuk meningkatkan visitor

3. Optimis, realistis, dan berkualitas.

Sebenarnya ada begitu banyak bahasan yang disampaikan oleh bpk Prie GS waktu itu, tapi berhubung kemampuan saya terbatas, ya cukup tiga saja yang saya tulis dan semoga bisa mewakili apa-apa saja yang bisa dicontoh untuk perbaikan diri.

Jadi orang itu harus optimis dan yakin, kalau gak yakin yang mending gak usah saja. Lha gimana mau sukses kalau gak optimis, ragu-ragu, klemat kelemet, klelar-kleler. Valentino Rossi, dia kalau mau balapan, semua sudah diperhitungkan, makanannya seberapa, sayurnya seberapa, energinya seberapa biar kuat tanding balapan beberapa kali putaran. Kalau makanannya asal-asalan, gimana mau menang. Atlet-atlet dunia juga sama, mereka selalu memperhatikan apa yang mereka makan dan porsinya tidak sembarangan. Nah, kalau kita, makan ya mie ayam saja sudah cukup. Gimana mau jadi juara? Itu baru dari segi makanan lho, belum segi lima dan segi lainnya.

Pepatah luar mengatakan, “cooked rice mix with coconut oil, forgive me with all your love” yang artinya tahu kupat dicampuri santen, sedaya lepat nyuwun ngapunten 😀

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestDigg this