Niat Suci Yang Terkikis Dikala Lebaran, Sabar Saja, It’s Happy Time

Kartu Lebaran Selamat Hari Raya Idul Fitri-ilmudes
Image : www.ocimblog.com

1001 Bunga (06/07/2016) – Alhamdulillah Hari ini Rabu, tanggal 1 Syawal 1437H yang bertepatan dengan tanggal 6 Juli 2016 telah tiba, itu bertanda telah datangnya Hari Kemenangan bagi umat Islam setelah berpuasa 1 bulan lamanya, yaitu Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Mohon Maaf Lahir Batin.

Setelah sebelumya sempat muncul berita heboh terkait arus mudik lebaran tahun 2016 yaitu terjadinya kemacetan yang luar biasa mengerikan di Brebes, kini saatnya kita bergembira bersama, saling silaturahmi dan saling memaafkan semua kesalahan baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Saudara saya ada yang bercerita bahwa perjuangan para pemudik tahun ini sangat-sangat luar biasa, salah satunya karena antrian tol di Brebes yang macet lama lalulintasnya, sampai-sampai mesin dinyalakan beserta AC nya karena membawa anak kecil. Karena saking padatnya, bahkan bahan bakar kendaraan mobil pun habis. Dalam kondisi yang macet parah, cuaca panas, ditambah bahan bakar habis, membuat emosi pengendara menjadi labil dan cenderung tinggi. Pada saat yang sama ternyata harga bahan bakar kendaraan mobil eceran menjadi mahal pula. Benar-benar dibutuhkan kesabaran yang tinggi bagi pengendara yang mudik waktu itu, kalau-kalau kelewatan, bisa batal puasanya.

Kini tiba waktunya untuk besilaturahmi dan sungkem ke sanak saudara. Hatipun senang dan gembira karena akan bertemu dengan sanak famili yang mungkin sudah agak jauh dan sudah lama tidak bertemu. Acara silaturahmi keluarga ini sering disebut dengan Halal bi Halal Bani XXXX yang berarti berkumpulnya anak keturunan dari Bani XXXXX tersebut dengan maksud mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi keluarga agar saling mengenal dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Namun sayang, sepertinya ada hal yang mungkin mencoreng niat baik ini bagi diri sendiri yaitu karena ulah oknum pengguna jalan yang tidak tahu aturan.

Dalam perjalanan menuju lokasi silaturahmi hala bi hala keluarga, ternyata jalanan padat merayap, maka dicobalah mencari jalan alternatif menghindari macet. Hingga akhirnya ditemuinya suatu tikungan dengan jalan yang cukup untuk 2 mobil berpapasan. Ternyata dari arah berlawanan, ada oknum pengguna jalan yang memakan jalan arah sebaliknya, saya pun sengaja menempatkan kendaraan mempet dengannya, eh malah emosi (“yang salah siapa coba?”).  Ini baru yang pertama.

Yang kedua. Sudah tahu jalannya lumayan sempit, eh pengendara mobil di depannya malah jalan pelan-pelan tidak menepi, kan otomatis kendaraan di belakangnya menjadi ikut pelan dan bisa menjadi antri panjang. Klakson dinyalakan dan setelah bisa disalip, e malah ngedim lampu gak jelas.

Yang ketiga dan gak kalah serunya dan sering dilihat dijalan. Yaitu anak-anak kecil sok jagoan di jalan mengendarai motor ngebut, nyalip dan tidak memakai helm. Sepertinya sudah bisa dipastikan bahwa anak tersebut tidak memiliki surat ijin mengemudi. Boro-boro SIM, helm saja tidak pakai. Kalau melihat, malah bikin emosi dan deg-degan sendiri. Pernah suatu saat saya mengendarai mobil santai bersama keluarga karena jalanan sedikit padat merambat, eh tiba-tiba ada 2 orang pemuda, eh pemudi (karena cewe), menyalip dan langsung menjerit di samping depan saya mengemudi dan “dug” menyerempetlah kaki dia, eh terus saja nyelonong jalan ke depan motor tadi. Istri saya langsung kebangun dan ngomel-ngomel “astaghfirullah, jan, jan….gak tau aturan apa ya, tuh tuh mau belok saja mendadak retingnya”.(end)

Selamat Idul Fitri 1437 H, Taqobalallahuminawamingkum, Taqobal Ya Karim.