Perilaku Buruk Transportasi di Indonesia

Sebab kemacetan-perilaku buruk transportasi

Sepertinya kemacetan lalulintas saat ini sudah sering terjadi dan tidak dapat terhindarkan lagi di beberapa lokasi kota besar di Indonesia. Mungkin tiap kali keluar menuju kota sebentar saja akan ditemui kemacetan di jalanan. Barangkali kita lelah dengan semua itu. Ingin rasanya kalau pergi ke mana-mana jalanan lancar, syahdu, dan tanpa kemacetan. Tapi agaknya semua itu sementara hanya mimpi, karena bisa kita saksikan sendiri, perkembangan transportasi sudah kian marak dan semrawut. Motor-motor dan mobil-mobil banyak sekali dan berjejalan. Ditambah transportasi umum yang kadang berhenti sembarangan, begitu pula dengan kendaraan pribadi. Gimana ya jadinya kalau ada transportasi massal yang bagus, murah, aman dan terjangkau? Tidak sabar ingin segera merasakannya. Oke, sebenarnya kesemrawutan transportasi itu juga disebabkan karena perilaku buruk dari oknum pengguna transportasi itu sendiri. Apa saja perilaku buruk transportasi itu? Mungkin berikut ini salah satunya :

  1. Lampu sein (riting) kendaraan tidak digunakan dengan semestinya. Pernah lihat dan mengalami bukan, ada kendaraan menyalakan lampunsein ke kiri tapi beloknya ke kanan, atau menyalakan lampu sein tapi tidak belok kemanapun, atau tidak menyalakan lampu sein, eh ternyata kendaraan belok. Ayok, yang belum benar, cobalah untuk menggunakan lampu sein dengan benar, coba untuk saling menjaga keselamatan bersama.
  2. Kendaraan berhenti tidak pada tempatnya. Kejadian ini kadang bisa ditemui di dekat rambu-rambu lalulintas. Lampunya sudah hijau eh, kendaraan tidak jalan-jalan, bikin macet saja. Ini biasanya ditemui pada angkutan umum yang sedang ngetem nunggu penumpang. Menyebalkan sekali bukan.
  3. Menaikkan dan menurunkan penumpang tetapi kurang menepi. Nah kalau yang ini pasti sudah tahu oknumnya siapa. Masak menurunkan penumpang mobilnya masih banyak yang menjorok ke jalan raya? Semoga kedepannya bisa lebih baik, syukur-syukur menaikkan dan menurunkan penumpang di halte.
  4. Lampu kendaraan tidak menyala dan tidak berfungsi. Kalau ini bisa sangat berbahaya, karena bisa membingungkan pengendara lainnya. Bayangkan kalau malam hari dan lampu tidak menyala, trus kalau waktu siang hari tiba-tiba mengerem, maka pengendara di belakangnya tidak bisa melihat tanda bahwa mobil berhenti, kan bisa berbahaya karena bisa terjadi tabrakan.
  5. Menggunakan knalpot racing tidak pada tempatnya. Kendaraan yang knalpotnya diganti dengan yang racing dan biasanya lebih besar, tentu akan mneghasilkan suara keluaran yang lebih bising, nah kalau digunakan di arena balap sih tidak masalah, tetapi kalau digunakan harian, tentu akan sangat mengganggu orang lain kqrena bisingnya suara. Di saat negara lain berlomba membuat kendaraan yang ramah lingkungan dan tidak bising, justru beberapa dari kita malah mengubah adari yang suaranya sudah halus menjadi suara yang keras dan menggelegar. Semoga kedepannya menjadi lebih baik. Amin.

Sumber gambar : www.bicaratekno.com