Mengenal Macam Metode Penyuluhan

macam metode penyuluhan

Anda ingin menjadi sangat berbakat? Atau ingin ahli memberikan penyuluhan? sosialisasi? Mungkin artikel berikut ini bisa bermanfaat bagi Anda. Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita bahas sekilas tentang metode penyuluhan. Mounder dalam Suriatna (1987) menggolongkan metode penyuluhan menjadi 3 golongan berdasarkan jumlah sasaran yang dapat dicapai, yaitu :

  1. Perseorangan. Dalam metode ini, penyuluh berhubungan dengan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran perorangan, contohnya yaitu anjangsana, surat-menyurat, kontak informal, undangan, hubungan telepon, dan magang.
  2. Kelompok. Pada metode ini penyuluh berhubungan dengan sekelompok orang yang menyampaikan pesannya, contohnya yaitu ceramah, diskusi, rapat, demonstrasi, temu karya, temu lapang, sarasehan, perlombaan, pemutaran slide, dan penyuluhan kelompok lainnya.
  3. Massal. Metode ini dapat menjangkau sasaran yang lebih luas, contohnya rapat umum, siaran melalui media masa, pertunjukan kesenian rakyat, penerbitan visual, dan pemutaran film.

Ahli lain menggolongkan metode penyuluhan berdasarkan teknik komunikasi dan berdasarkan indera penerima sasaran menjadi sebagai berikut :

  1. Metode penyuluhan langsung. Petugas penyuluh langsung bertatap muka dengan sasaran, misal : anjangsana, kontak personal, dan demonstrasi.
  2. Metode penyuluhan tidak langsung. Pesan disampaikan tidak secara langsung oleh penyuluh, tetapi melalui media perantara, misal : pertunjukan film/slide, siaran melalui radio atau televisi, dan penyebaran bahan cetak.

Ada lagi penggolongan metode penyuluhan berdasarkan indera penerima, yaitu :

  1. Memperhatikan. Pesan diterima melalui indera penglihatan, misal : penempelan poster, pemutaran film/slide.
  2. Mendengarkan. Pesan diterima melalui indera pendengaran, misal : siaran radio, hubungan telepon dan lain sebagainya.
  3. Kombinasi. Pesan diterima dari beberapa indera, misal : demonstrasi hasil (dilihat, didengar, dan diraba), demonstrasi cara (dilihat, didengar, dan diraba), siaran melalui televisi (didengar dan dilihat).

Sumber artikel : Modul Metode dan Teknik Penyuluhan

Image source : http://lalaukan.blogspot.co.id/