Belajar Fotografi, Pelajari Dulu Peraturannya

Peraturan dalam fotografi

Ketika saya masuk ke kamar kost, terlihat berantakan dan amburadul sekali ruangannya. Terbesit niat untuk memebersihkan dan merapikan semua yang terlihat, tapi selalu tertunda-tunda. Niatnya pagi hari, eh buru-buru berangkat kerja biar gak terlambat (padahal karena berangkatnya mepet), niat merapikannya sore hari, yah sudah capek badan, tapi kalau main game, tetep bisa.hehe. Akhirnya bulat sudah niat merapikan semuanya dan ketika bongkar-bongkar, ada majalah yang bagus, lalu saya coba buka-buka lagi, ternyata isinya bagus. Majalah itu berisi tentang fotografi, biarpun saya bukan fotografer, tidak salah bukan kalau hanya ingin belajar bagaimana menggunakan kamera (lebih tepanya kamera DSLR). Rasanya saya sendiri tidak pantas untuk membahas tentang dunia fotografi, maka dari itu artikel berikut ini saya comot saja dari majalahnya Canon PhotoYou.

Setiap juru foto bercita-cita tinggi harus menguasai tuntunan dasar dalam penyusunan dan pemotretan gambar, kemudian menjadi pemberontak fotografi dan membengkokkan peraturan hingga patah. Gambar yang dihasilkan mungkin tidak sesempurna buku cetakan tetapi pastinya akan membuat Anda menonjol dari yang lainnya. Nah, berikut ini Peraturan Dalam Fotografi, Pelajari Peraturan dalam Fotografi, Kemudian Patahkan Peraturannya :

Peraturan #1 – Susun foto Anda menggunakan aturan segitiga.

Susun foto anda dengan subjek di tengah-tengah. Ahli seni mungkin bersikeras bahwa subjek yang sejajar dengan “gari ajaib” lebih menarik, tetapi beberapa subjek terlihat paling bagus saat berada tepat di tengah-tengah. Hal ini memang benar jika ada simetris di latar belakang atau jika anda mencoba mengambil potret yang unik.

Peraturan #2 – Fokus pada subjek Anda.

Fokus pada detail sekunder, meniggalkan subjek Anda di luar fokus. Menjauhkan fokus dari subjek utama mengubah cerita foto Anda. Untuk efek bagaikan mimpi, biarkan seluruh gambar sedikit di luar fokus.

Peraturan #3 – Potret saat jam-jam keemasan (fajar dan senja).

Potret kapanpun juga. Sore hari yang cerah adalah waktu sempurna untuk mengambil foto yang kontras atau bereksperimen dengan bayangan. Gunakan penyari UV (ultra violet) dan tutup lensa untuk menghindari pijaran matahari atau manfaatkan mereka sebagai elemen kreatif. Jika matahari terlalu cerah, temukan tempat berbayang.

Peraturan #4 – Jaga kamera Anda untuk tetap diam. Idealnya menggunakan tripod.

Bergerak, melompat, atau berputar saat memotret. Anda bahkan bisa mencoba melambatkan kecepatan rana dan menyorot mendekat atau menjauh saat memotret untuk menciptakan “ledakan zoom”.

Peraturan #5 – Pegang kamera Anda dengan lurus dan pertahankan pada tingkat cakrawala.

Miringkan kamera Anda untuk memberikan sudut yang ganjil pada subjek. Akana lebih baik untuk membuatnya semiring mungkin. Jika foto Anda hanya sedikit miring maka mungkin akan terlihat sebagai sebuah ketidaksengajaan.

Peraturan #6 – Jangan menggunakan cahaya yang berlebihan atau kurang dalam foto Anda.

Berkesperimen dengan pencahayaan yang terlalu banyak atau kurang. Pencahayaan berlebih melembutkan bayangan dan bisa mempercantik saat memotret orang (model hampir selalu disorot cahaya berlebih). Pencahayaan yang kurang meningkatkan bayangan dan menciptakan efek gelap yang murung.

Peraturan #7 – Posisikan kamera sejajar dengan subjek Anda.

Letakkan kamera di atas atau di bawah subjek Anda. Mengubah sudut pandang adalah cara yang kuat untuk menyampaikan emosi. Sudut rendah bisa membuat sebuah subjek spertinya besar dan kuat sementara sudut tinggi bisa membuatnya terlihat kecil dan tidak jelas.

Peraturan #8 – Potret dengan matahari di belakang Anda.

Potret menghadap matahari. Cobalah menangkap warna hangat matahari pada senja atau potret subjek Anda dengan matahari di belakangnya untuk menciptakan siluet.

Peraturan #9 – Letakkan ruang lebih besar di depan subjek yang bergerak alih-alih di belakangnya.

Letakkan sebagian besar ruang di belakang subjek yang bergerak. Mematahkan peraturan komposisi ini menciptakan kesan cepat, seakan-akan Anda tidak bisa menyamai subjek Anda, atau menyampaikan cerita tentang apa yang ditinggalkan subjek tersebut.

Peraturan #10 – Gunakan ISO serendah mungkin untuk mengambil foto yang tajam.

Tingkatkan ISO untuk mengambil foto yang berbutir-butir. Hal ini memberikan foto penampilan yang mentah, kumuh dan khususnya sangat efektif dalam foto hitam putih. Efek ini juga bisa ditambahkan dalam paska-permrosesan.

Itulah tadi beberapa peraturan dalam fotografi. Apabila belum paham, bisa dicoba-coba dan bereksperimen. Untuk informasi lengkap bersama foto-fotonya, bisa dilihat pada majalah Canon PhotoYou – Romantisnya dari musim semi mengabadikan momen cinta. Semoga bermanfaat.