Baby Walker tidak aman?

alat melatih jalan bayi baby walker apolo tidak amanSaat saya mendengar ucapan orang-orang bahwa jangan terlalu sering bayi didudukan di baby walker karena katanya tidak melatih sibayi untuk berusaha, saya merasa agak gusar, masak iya sih alat dibuat malah membuat jadi agak malas. Saat istri saya bilang hal yang sama agar jangan sering-sering bayi menggunakan baby walker karena bisa menyebabkan bayi jadi manja, saya protes “lho kenapa, bukannya baby walker itu untuk melatih bayi agar bisa cepat jalan? lagian kan sayang, sudah kebeli”, tapi kini pandangan saya berubah setelah negara api menyerang (upsss, maaf keceplosan). Saat saya tidak sengaja membaca tentang tumbuh kembang bayi, saya benar-benar seperti dipukul pakai bantal yang empuk, karena saya merasa sok tau tentang baby walker.hehe. Berikut ini penjelasannya. Baca juga : Cara menghentikan tangisan bayi

Saat ini, orang tua sering memberi bayinya dengan baby walker (sering dikenal dengan nama apolo kalau di kampung). Namun sebenarnya berlawanan dengan artinya, alat ini tidak membantu proses berjalan. Otot-otot tungakai bawah menjadi kuat dengan baby walker, tetapi otot-otot panggul dan tungkai atas tidak dilatih. Baby walker juga menghilangkan keinginan bayi untuk berusaha berjalan karena ia dapat berkeliling tanpa susah payah, hanya dengan mengayuh kakinya sehingga roda akan berputar. Alat ini juga membahayakan keselamatan karena mudah terbalik jika mengenai benda yang keras. Bayi dapat meluncur dan jatuh dari tangga jika memakai alat ini atau meluncur ke tempat berbahaya lainnya. Alasan-alasan tadi menyebabkan American Academy of Pediatrics (AAP) sangat tidak mengajurkan orang tua memberikan baby walker. Itulah tadi ulasan tentang baby walker, selebihnya, semua terserah bapak dan ibu pembaca sekalian yang budiman.

Sumber artikel  :  Buku Pintar Bayi,

oleh Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) dan dr. Bernie Endyarni Medise, Sp. A.

Sumber gambar : google search image