Bahayanya jalur pantura Tegal-Batang di malam hari

bahaya jalur pantura
Waktu itu siang hari tanggal 1 Januari 2015, mobil kami melesat dengan kecepatan sedang sampai rata-rata. Cuaca begitu cerah, menyambut kami yang hendak mencicipi perjalanan kecil ke Kota Tegal. Jalanan yang sepi membuat perjalanan menjadi lancar. Mungkin karena malam sebelumnya masyarakat dan penduduk sudah menghabiskan waktu menunggu pergantian tahun baru masehi 2015 sehingga jalanan menjadi cukup lengang. Sungguh pemandangan yang eksotis untuk travelling meskipun cuma jarak dekat.
Udara terasa segar setelah menikmati hidden spot pantai ujungnegoro Batang dan menikmati indahnya agrowisata Pagilaran Batang. Tanpa terasa perjalanan ini sudah sampai di Kota Tegal, kota dimana ada pompa bensin yang masuk MURI. Di Tegal kami mencicipi makanan khas Tegal yang mungkin belum ada di daerah lain, yaitu sate Blengong. Dari namanya saja sudah membuat penasaran, apalagi rasanya, ayo buktikan sendiri.
Setelah melakukan keliling sebentar menikmati wisata kuliner di Tegal, tak terasa waktu sudah mulai gelap. Mendung menggelayut tebal di angkasan, pertanda kemungkinan datangnya hujan. Bresssss, akhirnya hujan turun dengan deras dan lebatnya. Hari sudah mulai malam, sudah waktunya untuk kembali ke kota awal perjalanan yaitu Kota Batang.
Mobil bejalan perlahan ditengah hujan deras. Pemandangan Kota Tegal ini cukup unik di malam hari. Kami bisa melihat gemerlapnya lampu-lampu rumah layaknya di kota besar lainnya. Tiba-tiba saya yang mengemudikan mobil waktu itu merasa kaget karena ketika melewati jalur pantura setelah keluar dari Kota Tegal, jalan raya menjadi tidak terlihat dengan jelas. Teman-teman dapat membayangkan, bahwa jalur pantura itu jalannya benar-benar lebar dengan dua arah yang berbeda dan di bagian tengah ada pembatas jalan permanen dengan tinggi sekitar 30 cm (mirip trotoar). Ditambah lagi yang membuat saya kaget adalah, jalur pantura ini tidak ada lampu penerangan jalan, entah tidak ada, atau ada tapi tidak berfungsi dengan semestinya. Waktu itu malam hari hujan deras sekali, saya benar-benar kesusahan menyetir mobil, sudah jalannya gelap, ditambah hujan lagi, membuat saya tidak bisa membedakan mana jalan raya dan mana pembatas jalan. Benar-benar sangat berbahaya jalan jalur pantura Tegal-Pekalongan-Batang. Kondisi ini diperparah lagi dengan (tidak ada) tidak terlihatnya tanda di pinggir jalan yang kalau kena sorotan lampu akan ikut menyala, saya benar-benar tidak bisa melihatnya. Di beberapa titik jalur pantura ini garis putih lurus di bagian dekat pembatas jalan juga tidak bisa dilihat (ataukah tidak ada), setidaknya kalau ada cat garis putih lurus itu juga bisa membantu pengendara mobil di pantura, terlebih lagi di waktu hujan, benar-benar sangat berbahaya. Saya melihat mobil-mobil pribadi pada mengambil jalur sebelah kiri dan jalan pelan-pelan. Saya pun akhirnya juga ikut ambil jalur kiri di jalur pantura ini karena kalau lewat jalur kanan, takut tidak bisa melihat batas jalan dan memungkinkan mobil menabrak pembatas jalan yang bisa membahayakan pengemudi lainnya.
Begitulah ceritanya bahanyanya melewati jalur pantura Tegal-Pekalongan-Batang, terutama di waktu malam hari, apalagi ditambah hujan, lampu jalan yang mati/tidak berfungsi, dan lain-lain. Semoga kedepannya, semua fasilitas keamanan jalan dapat berfungsi dengan baik, lampu penerangan jalan berfungsi/menyala, penanda pembatas jalan juga berfungsi (ada), jalan bagus (tidak berlobang-lobang), dan perbaikan di berbagai fasilitas jalan raya.
Akhir kata, semoga harapan saya bisa terkabul entah suatu saat nanti, sehingga pengemudi dapat bejalan dengan aman dan nyaman di jalur pantura ini dan di jalur lain di seluruh Indonesia. Amin.
Berita : bahayanya mengemudi di jalur pantura di malam hari, bahaya mengemudi di jalur pantura Tegal Pekalongan Batang, hal yang membuat bahaya mengemudi di jalur pantura, hati-hati waspada mengemudi di jalur pantura di malm hari dan hari hujan

32 Comments

    • Betul mas, sepertinya lampu penerangan jalannya masih belum ada, kemarin saya lewat pantura lagi dan sepertinya lampu jalan belum kelihatan, masih jarang-jarang. Sebenarnya penanda cat yang kalau kena sorot lampu mobil bisa menyala ada, itu lumayan bisa membantu kalau jalan di malam hari.

  1. Saya juga pernah merasakan hal serupa mas, saat pulkam melewati jalur pantura. udah ujan deras tanpa ada lampu penerangan jalan, bahaya banget. untungya ada banyak kendaraan yg ingin mudik juga… klo sepi ngeri banget.. pemerintah daerahnya tidak memperhatikan lampu penerangan jalan…

    • Mas Achmad Fazri sudah pernah merasakan juga ternyata, kalau siang hari, jalannya memang terlihat sangat bagus, rapi dan lebar, tapi begitu malm hari, tidak bisa membedakan mana jalur mobil dan mana pembatas jalan. Dulu biar bisa sedikit kenceng, saya ngikuti bus di belakangnya, busnya bisa ngebut karena mungkin kursi sopirnya tinggi jadi pandangan luas, nah saya ngikuti dari belakang dengan melihat lampu belakang bus.hehe

    • jalannya memang kadang ada yang lobang-lobang, tapi kalau naik bus, busnya bisa melaju kencang di pantura, mungkin karena tempat duduk sopirnya tinggi, jadi bisa melihat pembatas jalan dan pandangannya luas.

    • yang bahaya tuh sama truk atau kontainer…karena mereka pun pasti akan lebih susah menjalani jalan yang kadang berlubang dan tidak ada garis putihnya.

    • iya mas, siang hari jalan raya padat dan ramai, malam hari penerangan jalan kurang, ya bismillah dan berdoa sebelum melakukan perjalanan jauh.

  2. bahaya juga kalau ujan deras terus gak ada garus putih tengah sama pinggir, kadang mobil bisa aja keluar jalur atau malah ketengah. kalau saya sih mending berhenti gan, kecuali mengejar waktu….

    tapi waktu bisa dikejar gak ya? heee

  3. makanya saya suka takut kalau ke jawa tengah menggunakan bis, memang ada jalur yang tak berpenerangan, waktu bis malam berkelak-kelok, jantung kaya mau copot

    • wah betul2, kalau lewat jalur yang disebutkan mbk Yuni, rasanya malah keliling2 dulu, jauh.
      Pokoknya mesti hati-hati dimanapun kita berada untuk keselamatan sendiri dan juga sesama.

  4. untung aja ane kagak pernah naik motor malam2 lewat jalur itu gan, jadi lebih hati hati yak kalau lewat pantura situ, kebetulan rumah ane juga pantura gan, tepat nya di dekat semarang

Comments are closed.