Eksotisme Gunung Bromo Indonesia

gunung-2Bbromo-2Bindonesia-ilmudes
Halo sahabat dan kawan semua, ketemu lagi dengan ilmudes.com. Kali ini saya ingin bercerita lagi tentang indahnya wisata di Indonesia, negara kita tercinta. Kenapa judul artikel ini Eksotisme Gunung Bromo Indonesia? Karena memang negara kita ini memiliki kekayaan dan keindahan wisata yang banyak dan bagus, salah satunya adalah Wisata Gunung Bromo.
Gunung Bromo berasal dari kata Brahma, salah satu Dewa Utama Hindu (bahasa Sanskerta) dan merupakan gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut dan meliputi 4 wilayah yaitu Kab. Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kab. Malang. Bentuk gunung ini bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera/lautan pasir dengan luas sekitar 10 km2. Gunung Bromo memiliki kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Daerah bahayanya yaitu berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. (Sumber : Wikipedia)
Perjalanan ke Gunung Bromo ini merupakan trip jalan-jalan yang ditempuh setelah saya bersama teman-teman selesai dari tour ke Pulau Sempu. Dari sini beberapa teman berpisah dan menentukan tujuan wisata berikutnya sendiri-sendiri. Beberapa teman saya ada yang melanjutkan pendakian ke Gunung Semeru, Beberapa lagi ada yang melanjutkan ke Lamongan, dan ada lagi yang melanjutkan ke Gunung Bromo dan saya ikut yang ke Bromo ini.
Setelah kapal menyeberang dari Pulau Sempu, perjalanan kami lanjutkan dengan naik angkutan umum ke pinggiran kota. Lalu apa yang kami lakukan? kami kemudian mampir di sebuah masjid dan diseberangnya ada warung makan semacam Warung Tegal (warteg). Kamipun numpang mandi di kamar mandi Masjid (astaghfirullah), kemudian kami makan secukupnya. Bayangkan, ketika perjalanan travelling, kadang baju itu tidak ganti berhari-hari lho, tp kok ya tidak kerasa ya baunya.hehe.
Oke, perjalanan dilanjutkan menuju ke Gunung Bromo. Ternyata perjalanannya lumayan jauh, dan jauh (menurut saya). Itu terbukti dari kami sampai di Bromo itu sudah agak malam. Sepanjang perjalanan ketika sudah dekat Bromo, banyak juga para pelacong yang berkunjung dengan jalan kaki. Ditengah perjalanan, kami juga sempat beristirahat sejenak untuk membeli makanan untuk mengganjal perut. Pemandangan yang bisa dilihat adalah bintang-bintang di angkasa yang sangat buanyak dan bersinar terang, tapi sayang kamera pocket saya tidak bisa menjangkaunya.
gunung-2Bbromo-2Btour
Kendaraan kemudian melaju menuju penginapan yang sudah dibooking oleh teman saya. Beerrrrrr, suasananya dan suhunya mak, dingin dingiiin sekali, seperti kena air es. Mau mandipun pasti sudah malas karena dinginnya gak tanggung tanggung. Malam harinya kami habiskan dengan membuat makan mie campur aduk karena mie itu dibuat dengan cara dicampur dengan biskuit macam-macam, kemudian dimakan bersama-sama. Tapi tidak tahu kenapa rasanya enak sekali.hehe. Mungkin itu salah satu hal yang membuat nikmatnya jalan-jalan dan refreshing bersama. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman semua (Winda, Cessi, Fathur, Puji, Febri, Kumi), gimana kabarnya sekarang? semoga baik-baik semua.
Lalu kamipun tidur karena pagi hari sekitar jam 4 pagi mesti bangun untuk kemudian menuju spot untuk mencari sun rise Gunung Bromo.
Pagi hari menjelang. Kamipun menuju spot dengan naik ojek. Sebenarnya ada banyak cara menuju spot sun rise, bisa dengan naik mobil 4WD Jeep, naik kuda, naik ojek motor, ataupu jalan kaki. Tapi kami memilih naik ojek motor yang harganya cukupan bagi kami. Akhirnya pagipun datang, sinar mentari terbit dengan indahnya, menyibak pemandangan indah di Gunung Bromo.
sun-2Brise-2Bgunung-2Bbromo
 gunung-2Bbromo-2Bsurabaya-ilmudes
Gunung Bromo adalah yang kawanya besar, pada foto di atas, ada di belakang saya. Setelah dari sini, kemudian perjalanan dilanjutkan menuju kawah Gunung Bromo dengan melintasi jalan lembah yang terlihat luas di bawah itu, masak iya mau jalan kaki? jauh sekali.
Kami pun menuju ke sana dengan naik ojek lagi.hehe. Sesampainya di sana, ternyata pengujungnya banyak dan bejibun. Tapi saya pun ikut naik karena ingin tahu ada apa di atas sana. Ternyata ada kawah yang luas dan dibawahnya masih berasap. Subhanallah.
puncak Gunung Bromo
gunung-2Bbromo-2Bindonesia-ilmudes
Sepertinya cerita saya kali ini sangat panjang ya, tak terasa sampai berparagraf-paragraf. Mungkin kalau diceritakan langsung ini sekitar 15 menitan.
Setelah selesai jalan-jalan wisata ke Gunung Bromo selesai, kamipun kemudian pulang ke daerahnya masing-masing. Ada yang pulang ke Sumatra, Kalimantan, dan lain-lain.
Sekian cerita saya kali ini, semoga bermanfaat. Bagi yang ingin berwisata, jalan-jalan ataupun backpacker ke Gunung Bromo Indonesia, semoga dapat terlaksana suatu saat nanti. Amin.
Cerita : jalan-jalan ke Gunung Bromo, menikmati indahnya Gunung Bromo,
Gunung Bromo Indonesia, trip ke Gunung Bromo, Gunung Bromo Tour,

44 Comments

  1. Kemarin sempet diceritain temen pas mereka ke Bromo. Kasih liat fotonya. Beuh.. Indah puoll.

    Ini orang luar Jawa aja banyak yg ke sana, saya yang tinggal di pulau Jawa malah belum pernah.

    • Iya mas, pemandangannya bagus. Buat orang yang belum terbiasa liburan naik gunung seperti saya ini, ke gunung Bromo saja sudah cukup mas, saya tidak biasa liburan naik ke ketinggian, yang ada malah hidung panas, nafas gak teratur, dan badan kedinginan. Tapi kalau jalan-jalannya saya suka.hehe

    • Iya mas, alhamdulillah, itu sudah cukup lama kok mas. Mas Hary juga pernah ke sana juga ya?
      Dulu waktu ke sana, masih mengeluarkan asap di bagian kawahnya, (seperi di Dieng), kawahnya dalam sekali ternyata, hati-hati kalau lihat ke kawahnya.

    • Kalau gunung yang gak harus bawa bekal banyak untuk menuju puncak, kapan-kapan bisa bareng mas, tp kayaknya sekarang kalau jalan-jalan pilih yang nyaman-nyaman saja, buat keluarga dan anak kecil.

  2. memang bromo gak ada matinya kalau masalah pemandangan….mau siang, sore, malam, dan subuh….menarik semua dan ada aja bagian yang unik kalau di foto mas….ok makasih infonya….

  3. sejak tahun 2000 hingga kemarin akhir 2014, Bromo masih tetap kekar dengan pesona keindahannya namun sayangnya, selama berkunjung kesana berkali-kali hal yang membuat saya mangkel adalah, sulitnya sarana umum seperti pemandian umum dan khususnya untuk buang air kecil atau air besar, kalau pun ada kamar mandi, yang ada hanyalah kamar mandi yang bau tanpa ada air..
    sungguh sangat disayangkan, keindahan alam yang banyak menarik wisata ini masih minim sarana pemandian atau wc..

  4. Wuih, seru jalan-jalannya.. Apalagi bareng teman yg cocok ya.. Makan mie campur nggak jelas juga jadinya nikmat banget. Bisa jadi cerita buat dikenang bareng teman di kemudian hari… 😀

  5. Keindahan gunungnya jelas banget… Rincian biayanya brapa tuh mas, dan Naik ojeknya kira kira abis berapa. soalnya kata temen biaya ojeknya mahal ya.. waduh kalo diceritakan semua bisa panjang sekali ya…

1 Trackback / Pingback

  1. Liburan ke Pacitan | justdoitfriend

Comments are closed.