Syarat berkecimpung dalam usaha bisnis properti

tips-2Busaha-2Bbisnis-2Bproperti-2Bpropery

Syarat berkecimpung dalam usaha bisnis properti

Bisnis properti merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, selain karena keuntungannya yang besar, usaha ini juga sepertinya mudah untuk dilakukan oleh semua orang, asal tahu caranya.

Bayangkan, semisal anda beli tanah seluas 500 m2 seharga Rp. 500.000.000,-
Kemudian di bangun menjadi 5 buah rumah seluas 100 m2 dan luas bangunan 46 m2.

Asumsi biaya per m2 bangunan adalah 1.500.000,-. Kemudian dari semua rumah yang dibangun, kita jual @ Rp. 350.000.000,-. Maka omzet jual 5 buah rumah adalah 350.000.000,- x 5 buah, ketemu Rp. 1.750.000.000,- (1,75 milyar).

Modal usaha total adalah 500.000.000,- ditambah biaya bangun rumah (46 x 1.500.000,- x 5) Rp. 345.000.000,-, jadi modal total adalah Rp. 845.000.000,-.

Keuntungan kotor dalah Rp. 1.750.000.000,- dikurangai Rp. 845.000.000,- hasilnya Rp. 900.000.000,-. Anggap biaya2 adalah 15%, maka keuntungan bersih perkiraan adalah Rp. 765.000.000,-

Sungguh fantastis bukan, dengan modal Rp. 845.000.000,- bisa mendapat uang Rp. 765.000.000,- dengan perkiraan waktu selama 1 tahun sudah habis terjual.

Tapi ingat semua itu butuh pembelajaran dan pengalaman.
Berikut ini pengetahuan yang dirasa penting diketahui apabila ingin bergelut usaha / wiraswasta di bidang properti :

1. Pahami bangaimana mengurus biaya jual beli tanah. Dalam jual beli tanah, penjual dan pembeli sama-sama dikenai pajak. Penjual akan kena pajak penjualan, dan pembeli akan dikenakan pajak pembeli atau sering disebut dengan bea balik nama sertifikat (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan). Pajak penjualan dapat diurus di kantor pelayanan pajak pratama setempat, sedangkan pajak pembelian dapat diurus di kantor dinas pendapatan daerah dati II masing-masing.

2. Pelajari juga bagaimana mengurus biaya di notaris PPAT (pejabat pembuta akta tanah), karena kita akan berhubungan dengan pihak notari apabila akan membuat akta jual beli tanah dan lain lain. Di sana juga tentunya ada biaya yang mesti dikeluarkan.

3. Pelajari tentang bagaimana pengurusan di Badan Pertanahan Negara. Biasanya diserahkan semua kepada notaris agar pengurusannya lebih mudah.

4. Pahami bagaimana zoning daerah/wilayah setempat, bagaimana mengurus IMB (izin mendirikan bangunan) dan berbagai hal lainnya. Apabila sudah paham dan mengerti, maka insyaallah anda sudah siap untuk berkecimpung dalam usaha di bidang properti.

5. Demikian semoga bermanfaat. Apabila ada kekeliruan ataupun tambahan pembetulan dapat teman-teman informasikan melalui komen di bawah. Terima kasih.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestDigg this